Featured Video

kapanpun dimanapun tetap rukun

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 11 Desember 2010

TEMBANG MACOPAT

Ada beberapa jenis tembang macapat. masing-masing jenis tembang tersebut memiliki aturan berupa guru lagu dan guru wilangan masing-masing yang berbeda-beda. Yang paling dikenal umum ada 11 jenis tembang macapat. Yaitu, Pucung, Megatruh, Pangkur, Dangdanggula, dll. Lebih lengkap nya sebagai berikut,..
1). Pangkur berasal dari nama punggawa dalam kalangan kependetaan seperti tercantum dalam piagam-piagam berbahasa jawa kuno. Dalam Serat Purwaukara, Pangkur diberiarti buntut atau ekor. Oleh karena itu Pangkur kadang-kadang diberi sasmita atau isyarat tut pungkur berarti mengekor dan tut wuntat berarti mengikuti.
2). Maskumambang berasal dari kata mas dan kumambang. Mas dari kata Premas yaitu punggawa dalam upacara Shaministis. Kumambang dari kata Kambang dengan sisipan – um. Kambang dari kata Ka- dan Ambang. Kambangselain berarti terapung, juga berarti Kamwang atau kembang. Ambang ada kaitannya dengan Ambangse yang berarti menembang atau mengidung. Dengan demikian, Maskumambang dapat diberi arti punggawa yang melaksanakan upacara Shamanistis, mengucap mantra atau lafal dengan menembang disertai sajian bunga. Dalam Serat Purwaukara, Maskumambang diberi arti Ulam Toya yang berari ikan air tawar, sehingga kadang-kadang di isyaratkan dengan lukisan atau ikan berenang.
3). Sinom ada hubungannya dengan kata Sinoman, yaitu perkumpulan para pemuda untuk membantu orang punya hajat. Pendapat lain menyatakan bahwa Sinom ada kaitannya dengan upacara-upacara bagi anak-anak muada zaman dahulu. Dalam Serat Purwaukara, Sinom diberi arti seskaring rambut yang berarti anak rambut. Selain itu, Sinom juga diartikan daun muda sehingga kadang-kadang diberi isyarat dengan lukisan daun muda.
4). Asmaradana berasal dari kata Asmara dan Dhana. Asmara adalah nama dewa percintaan. Dhana berasal dari kata Dahana yang berarti api. Nama Asmaradana berkaitan denga peristiwa hangusnya dewa Asmara oleh sorot mata ketiga dewa Siwa seperti disebutkan dalam kakawin Smaradhana karya Mpu Darmaja. Dalam Serat Purwaukara, Smarandana diberi arti remen ing paweweh, berarti suka memberi.
5). Dhangdhanggula diambil dari nama kata raja Kediri, Prabu Dhandhanggendis yang terkenal sesudah prabu Jayabaya. Dalam Serat Purwaukara, Dhandhanggula diberi arti ngajeng-ajeng kasaean, bermakna menanti-nanti kebaikan.
6). Durma dari kata jawa klasik yang berarti harimau. Sesuai dengan arti itu, tembangDurma berwatak atau biasa diguanakan dalam suasana seram.
7). Mijil berarti keluar. Selain itu , Mijil ada hubungannya dengan Wijil yang bersinonim dengan lawang atau pintu. Kata Lawang juga berarti nama sejenis tumbuh-tumbuhan yang bunganya berbau wangi. Bunga tumbuh-tumbuhan itu dalam bahasa latin disebut heritiera littoralis.
8). Kinanthi berarti bergandengan, teman, nama zat atau benda , nam bunga. Sesuai arti itu, tembang Kinanthi berwatak atau biasa digunakan dalam suasana mesra dan senang.
9). Gambuh berarti ronggeng, tahu, terbiasa, nama tetumbuhan. Berkenaan dengan hal itu, tembang Gambuh berwatak atau biasa diguanakan dalam suasana tidak ragu-ragu.
10). Pucung adalah nama biji kepayang, yang dalam bahasa latin disebut Pengium edule. Dalam Serat Purwaukara, Pucung berarti kudhuping gegodhongan ( kuncup dedaunan ) yang biasanya tampak segar. Ucapan cung dalam Pucung cenderung mengacu pada hal-hal yang bersifat lucu, yang menimbulkan kesegaran, misalnya kucung dan kacung. Sehingga tembang Pucung berwatak atau biasa digunakan dalam suasana santai.
11). Megatruh berasal dari awalan am, pega dan ruh. Pegat berarti putus, tamat, pisah, cerai. Dan ruh berarti roh. Dalam Serat Purwaukara, Megatruh diberi arti mbucal kan sarwa ala ( membuang yang serba jelek ). Pegat ada hubungannya dengan peget yang berarti istana, tempat tinggal. Pameget atau pamegat yang berarti jabatan. Samgat atau samget berarti jabatan ahli, guru agama. Dengan demikian, Megatruh berarti petugs yang ahli dalam kerohanian yang selalu menghindari perbuatan jahat.
Ada pula yang memasukkan tembang gede dan tembang tengahan ke dalam macapat. Tembang-tembang tersebut antara lain
1) Wirangrong berarti trenyuh ( sedih ), nelangsa ( penuh derita ), kapirangu ( ragu-ragu ),. Namun dalam teks sastra, Wirangrong digunakan dalam suasana berwibawa.
2). Jurudemung berasal dari kata juru yang berarti tukang, penabuh, dan demung yang berarti nama sebuah perlengkapan gamelan. Dengan demikian, Jurudemung dapat berarti penabuh gamelan. Dalam Serat Purwaukara, Jurudemung diberi arti lelinggir kang landep atau sanding (pisau) yang tajam.
3). Girisa berarti arik (tenang), wedi (takut), giris (ngeri). Girisa yang berasal dari bahasa Sansekerta, Girica adalah nama dewa Siwa yang bertahta di gunung atau dewa gunung, sehingga disebut Hyang Girinata. Dalam Serat Purwaukara, Girisa diberi arti boten sarwa wegah, bermakna tidak serba enggan, sehingga mempunyai watak selalu ingat.
4). Balabak, dalam Serat Purwaukara diberi arti kasilap atau terbenam. Apabila dihubungkan dengan kata bala dan baka, Balabak dapat berarti pasukan atau kelompok burung Bangau. Apabila terbang, pasukan burung Bangau tampak santai. Oleh karena itu tembang Balabak berwatak atau biasa digunakan dalam suasana santa
Macapat
Kata tembang ‘nyanyian’ bersinonim dengan kidung, kakawin dan gita. Kata kakawin berasal dari kawi ( bahasa sansekerta ) yang berarti penyair. Kakawin berarti syair, gubahan, kidung, nyanyian ( Mardiwarsito, 1981 :274 ).Kata kidung berarti nyanyian sudah dikenal sejak terciptanya karya sastra jawa kuno. Sedangkan kata tembang baru di jumpai dalam karya sastra jawa baru. Kemudian kata kakawin, kidung dan tembang digunakan sebagai sebutan bentuk puisi jawa secara kronologis. Kakawin merupakan sebutan puisi jawa kuno berdasarkan metrum India, Kidung sebagi sebutan puisi jawa pertengahan berdasarkan metrum Jawa dan tembang adalah sebutan puisi jawa baru berdasarkan metrum Jawa.
Berkaitan dengan kata tembang muncul kata macapat yang kemudian digabung menjadi tembang macapat. Kata macapat diperkirakan bukan berasal dari bahasa jawa kuno atau kawi dan bukan berasal dari bahasa jawa pertengahan atau jawa madya, melainkan berasal dari bahasa jawa baru ( Danusuprapta, 1981 : 151 ). Bahasa jawa baru adalah bahasa yang digunakan dalam karya sastra jawa pada akhir abad XVI masehi.
Arti macapat menurut Poerwardarminta, adalah berarti tembang yang biasa digunakan atau terdapat dalam kitab-kitab jawa baru.
Karseno Saputra mendefinisikan :
” Macapat adalah karya sastra berbahasa jawa baru berbentuk puisi yang disusun menurut kaidah-kaidah tertentu meliputi guru gatra, guru lagu dan guru wilangan. ( Saputra, 1992 :
Menurut Budya Pradita :
” macapat adalah puisi tradisi jawa yang ditembangkan secara vokal. Tanpa iringan instrumen apapun dengan patokan-patokan tertentu, meliputi patokan tembang dan patokan sastra.” ( Purna, 1996 :3 )
Jadi dapat diambil kesimpulan berdasarkan definisi diatas, yang disebut tembang macapat adalah bentuk tembang yang merupakan bentuk puisijawa tradisional yang menggunakan bahasa jawa baru dengan memiliki aturan-aturan atau patokan-patokan sastra jawa

1. Mijil :

Ponang jabang nembe mijil puniki
Gawe kesengsem ingkang nyawang
Gemlethak penak sarene
Najan dalu wus larut
Katon ayem ngrerujit ati
Sarta gegurit manah
Kang pirsa rasane wuyung
Ketaman si tetuka
Dhuh kusuma pujaning wak mami
Mugi gusti paring nugraha

2. Maskumamban

Datan pupus rawat sang ponang aji
Trenyuh pinda maskumambang
Rinengkuh jiwa ragane
Guyune gawe kepincut
Gawe bingung yen lagi nangis
Rebut ducung prasamnya
ywa glis tetulung
Kusuma papujaning rasa
Aja pijer gawe ribeting ati
Enggal sira menenga

3. Kinanti

Lakunira dalu dumugeng ratri
Binareng gumelaring tawang
Si ponang pinter lampahe
uga bisa celadu
Pinda guru kang pinter ngaji
Tansah dadi pepujan
Gawe seneng bapa biyung
Ing swasana adat punika
Aywa kongsi tresna ngoncati
Ngati-ati nganthi karsa

4. Sinom

Putra ingsun pepujaning ati
Sing prasaja aja cidra
Ywa jujur ing margane
Donya kebak reridu
Kudu tabah waspada katah ngelmi
Urip ing marcapada
Sampun katah kang di ugung
Tan kendat nggennya dedonga
Cobaning urip ana ing lakunireki
Doh rubeda lan bebaya

5. Dandanggula :

Pancen ribet yen nandang penggalih
Runtut tansah ndandanggula
Saben rina lan wengine
Mlampah tebih datan lesu
Andika mung anuruti ati
Luwih gampang laku sembrana
Najan margi lunyu
Tundone agawe tuna
Enggala den waspada ngati-ati
Amrih gesang mulya

6. Asmaradana

Gegulangen kalbunira kaki
Lamun sira nandang asmara
Yen lara suwe marine
Wus kadung tambah bingung
Tresna luntur gegurit ati
Gawe rusak jiwa raga
Lumuntur rusaking kalbu
Gesang ginawe rekasa
Enggal-enggal pepuji mring Hyang Widi
Angruwat rasane driya

7. Gambuh dalam pupuh dandanggula :

Gambuh iku pepalanging ati
Gawe lali margane utama
Yen lara angel tambane
Duh dewa jawata gung
Welasana mring muda iki
Aywa nganti katekan
Praptane kala bendu
Awit urip nora gampang
Mula kudu nastiti ngati-ati
Mapanaken jiwa raga

8. Durma

Ing lelakon gesanging pra jalmi
Mulat sarira wani angrasa
Amrih padang ing uripe
Urip ing samodra gung
Gampang angel yen di lampahi
Aja pijer nggege mangsa
Gawe sakiting kalbu
Pinda prau ing samodra
Prasasat datan ana kang ngimbangi
Urip dadi tanpa guna

9. Pangkur

Pangkur iku wujud ngepanging pikir
Wayah mungkur nyawang sarira
Arsa tinimbalan gustine
Pan ancat datan mampu
Lamun iku pepestene gusti
Yen wus titi wancine samya
Pangarepe dadiya pupus
Sera datan suwala
Angoncati kersane Hyang Widi
Sigra ngadeping ngarsa

10. Megatruh

Sigra kondeg kabehing laku nireki
Darbe drajat lan banda sirna
Awit wus ganti alame
Karsane gusti kang agung
Tangeh lamun yen di oncati
Yen titi wanci gumlewang
Sira mung bisa satuhu
Gya eling waspada
Mumpung mangsih yuswa kang aji
Rina wengi ing dedonga

11. Pucung

Mori petak kang ginawa mati
Kidung tahlil ngumandang angkasa
Kekes tintrim swasanane
Gumletak layon tan bangun
Ana raga tan bisa tangi
Sarene dadi tontonan
Kang pirsa amari kelu
Sinawang kang wus layon
Datan saget dedongengan malih
Tembang pucung sampun prapta

12. Wirangrong

Lelimengan rembulan surya wus lari
Ganti crita ngumandang ing rasa
Angrasani dak gesange
Raga sukma pisah sampun
Kanti ninggal crita nyawiji
Dados dedongengan
Rina kalawan ndalu
Pinda pengilone ngagesang
Urip iku tansah titi ngati-ati
Sangu sawon ing ayunan

Jumat, 10 Desember 2010

CARA KERJA MESIN 4 TAK


LANGKAH HISAP
Langkah Hisap
Four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston, dua kali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camshaft).
Empat proses tersebut terbagi dalam siklus :
Langkah hisap : Bertujuan untuk memasukkan kabut udara – bahan bakar ke dalam silinder.  Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama proses pembakaran.
Prosesnya adalah 
1. Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati    Bawah (TMB).
2. Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinder
3. Kruk As berputar 180 derajat
4. Noken As berputar 90 derajat
5. Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk   ke silinder.

LANGKAH KOMPRESI

 
Langkah Kompresi
Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel.
Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga.
Prosesnya sebagai berikut :
1. Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA
2. Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup
3. Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber)
4. Sekitar 15 derajat sebelum TMA , busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran
5. Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat)
6. Noken as mencapai 180 derajat
LANGKAH TENAGA

Langkah Tenaga
Dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore. Gerakan linier dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk as. Enersi rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukan hanya menghasilkan tenaga, counter balance weight pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya.
Prosesnya sebagai berikut :
1. Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar
2. Piston terlempar dari TMA menuju TMB
3. Klep inlet menutup penuh, sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang mulai sedikit terbuka
4. Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk as
5. Putaran Kruk As mencapai 540 derajat
6. Putaran Noken As 270 derajat



LANGKAH BUANG

 
Exhaust stroke
Langkah buang menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot. Proses ini harus dilakukan dengan total, dikarenakan sedikit saja terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukkan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan.
Prosesnya adalah :
1. Counter balance weight pada kruk as memberikan gaya normal untuk menggerakkan piston dari TMB ke TMA
2. Klep Ex terbuka Sempurna, Klep Inlet menutup penuh
3. Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaust menuju knalpot
3.Kruk as melakukan 2 rotasi penuh (720 derajat)
4.Noken as menyelesaikan 1 rotasi penuh (360 derajat)



FINISHING PENTING — OVERLAPING
Overlap adalah sebuah kondisi dimana kedua klep intake dan out berada dalam possisi sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap.
Berfungsi untuk efisiensi kinerja dalam mesin pembakaran dalam. Adanya hambatan dari kinerja mekanis klep dan inersia udara di dalam manifold, maka sangat diperlukan untuk mulai membuka klep masuk sebelum piston mencapai TMA di akhir langkah buang untuk mempersiapkan langkah hisap. Dengan tujuan untuk menyisihkan semua gas sisa pembakaran, klep buang tetap terbuka hingga setelah TMA. Derajat overlaping sangat tergantung dari desain mesin dan seberapa cepat mesin ini ingin bekerja.
Manfaat dari proses overlaping :
  1. Sebagai pembilasan ruang bakar, piston, silinder dari sisa-sisa pembakaran
  2. Pendinginan suhu di ruang bakar
  3. Membantu exhasut scavanging (pelepasan gas buang)
  4. memaksimalkan proses pemasukkan bahan-bakar

Minggu, 05 Desember 2010


bakol jamu

Sabtu, 04 Desember 2010

Kamis, 02 Desember 2010

PENGINDERAAN JAUH

BAB I
PENGINDERAAN JAUH

A. Pengertian Penginderaan Jauh
Menurut Welson Dan Bufon
Penginderaan Jauh adalah sebagai suatu ilmu, seni dan teknik untuk memperoleh objek, area dan gejala dengan menggunakan alat dan tanpa kontak langsung dengan objek, area dan gejala tersebut.
Menurut Campbell. 1987
Penginderaan jauh adalah ilmu untuk mendapatkan informasi mengenai permukaan bumi seperti lahan dan air dari citra yang diperoleh dari jarak jauh.
Menurut Lindgren
Penginderaan Jauh adalah beberapa teknis yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis tentang bumi.
Menurut Fillesand Dan Keifer
Penginderaan Jauh adalah ilmu atau teknik dan seni untuk mendapatkan informasi tentang objek, wilayah atau gejala dengan cara menganalisis data-data yang diperoleh dengan suatu alat, tanpa berhubungan langsung dengan objek, wilayah atau gejala yang sedag dikaji.
B. Gambar Sistem Penginderaan Jauh





C. Komponen-Komponen Penginderaan Jauh
1. Sumber tenaga
Sumber tenaga utama dalam penginderaan jauh adalah sinar matahari. Jika proses penginderaan jauh in dilakukan pada siang hari ( disebut sistem pasif). Jika proses penginderaan jauh ini dilakukan pada malam hari, sumber tenaganya adalah sinar buatan ( disebut siste aktif )
2. Atmosfer
Keadaan atmosfer mempengaruhi tenaga dari sumbernya, baik tenaga dari atmosfer ke muka bumi maupun dari mukia bumi ke atmosfer. Pengaruh atmosfer terhadap tenaga ini disebabkan ole hemburan dan serapan atmosferik.
3. Interaksi antara Tenaga dan Benda di Muka Bumi
Interaksi antara tenaga elektromagnetik dan atmosfer akan membangkitkan pantulan /pancaran sinyal yang selektif terhdap panjang gelombang.
4. Sensor
Sensor yang tepat untuk penginderaan jauh adalah apa yang disebut sensor sempurna. Tapi tidak ada sensor yang sempurna, semua sensor nyata terbatas kepekaan spektralnya dan terbatas kemampuannya untuk mengindra benda kecil di muka bumi.
5. Citra Foto
Citra foto adalah gambaran suatu objek yang dibuat dari pesawat udara dengan kamera udara sebagai alat pemotret. Hasilnya dikenal dengan istilah foto udara.
6. Citra Non Foto
Citra non foto adalah gambaran suatu objek yang diambil dari satelit. Hasilnya dikenal dengan istilah foto satelit.
7. Sistem Pengolahan Data
Data yang diperoleh dari penginderaan jauh akan memberikan informasi tentang keadaan fisik, kimiawi, dan biologi setiap objek yang diinginkan. Sebaiknya penanganan data hasil penginderaan jauh dilakukan dengan bantuan mesin ( komputer/elektronik yang lain ).
8. Berbagai Pengguna Data
Tingkat keberhasilan terapan sistem penginderaan jauh juga ditentukan oleh pengguna data. Para pengguna ini harus memiliki pengetahuan yang mendalam tenang disiplin ilmu masing-masing maupaun cara pengumpulan sistem analisis data penginderaan jauh.

D. Hasil Penginderaan Jauh
Kegiatan penginderaan jauh ini memberikan produk /hasil yang berupa keluaran/citra.
Citra adalah gambaran suatu objek yang tampak pada cermin melalui lensa kamera/ hasil penginderaan jauh yang telah dicetak. Citra dapat dibedakan menjadi 2 yaitu citra foto dan citra non foto.
Citra foto adalah gambaran suatu objek yang dibuat dari pesawat udara dengan kemera udara sebagai alat pemotret. Hasilnya dikenal dengan istilah foto udara.
Citra non foto adalah gambaran suatu objek yang diambil dari satelit. Hasilnya dikenal dengan istilah foto satelit.











E. Perbedaan Citra Foto Dan Citra Non Foto

Jenis Citra
Variabel
Pembeda Citra Foto Citra Non Foto
Pengertian Gambaran suatu objek yang dibuat dari pesawat udara dengan kamera udara sebagai alat pemotret Gambaran suatu objek yang diambil dari satelit
Hasil sensor detektor Foto udara
Kamera
Film Foto satelit, Penyiaman ( scaning ), Pita Magnetik, termistar, Foto konduktif, foto Voltaik.
Proses mekanisme perekaman spektrum elektromagnetik Fotografer /kimiawi serentak
Spektrum tampak dan perluasannya Elektronik
Parsial
Spektrum tampak dan perluasan termal, serta gembang mikro











BAB II
INTERPRESTASI CITRA

A. Alat Pengamat Citra
1. Alat pengamat Citra
Alat ini terdapat dalam bentuk yang paling sederhana berupa lensa pembesar sampai bentuk yang paling rumit.
2. Alat pengamat Stereoskopik
Alat ini berupa stereoskopik yang dapat digunakan untuk pengamatan tiga dimensi atas citra yang bertampalan.



B. Unsur Intrepretasi Citra
1. Bentuk
Bentuk dapat membantu untuk mengenali beberapa objek. Contoh : rumah mukim dari foto udara dikenali dengan bentuk persegi panjang/kumpulan beberapa persegi panjang.



2. Ukuran
Baik ukuran relatif maupun ukuran mutlak adalah penting. Contoh : untuk membedakan apakah suatu objek merupakan jalan raya/jalan setapak digunakan ukuran.







3. Rona
Objek yang berbeda mempunyai sifat pemantulan cahaya yang berbeda. Contoh yang jelas yaitu sawah, antara sawah yang tergenang air dan sawah yag siap panen, rona pada citra /foto berbeda.
Rona adalah tingkat kegelapan dan kecerahan objek dalam format hitam putih. Rona suatu objek sangat dipengaruhi oleh karekteristik objek dan kondisi objek perekeman, jenis sensor, cuaca, letak objek, bahan film yang digunakan, serta waktu pemotretan. Objek yang mempunyai karakter banyak menyerap sinar dan sedikit memantulkan, akan berona gelap. Sebaliknya, jika banyak memancarkan maupun memantulkan sinar kembali, rona objek cerah. Objek yang tertutup oleh bayangan akan sulit diinterpretasi. Cuaca berawan akan mempengaruhi kualitas keluaran data penginderaan jauh terutama citra.






4. Pola
Berkaitan dengan susunan keruangan objek. Contoh susunan ruang antara pohon pada kebun ketela dibandingkan dengan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh alami terdapat perbedaan pola .







5. Bayangan
Bayangan penting bagi penafsir karena ada dua hal yang berlawanan ;
a. Bentuk bayangan menghasilkan suatu profil pandangan objkek yang dapat membantu.
b. Objek tertutup bayangan, memantulkan sinar sedikit tampak menyebabkan abjek sulit dikenali.
Contoh gedung bertingkat pada foto udara tampak mempunyai bayangan sehingga dapat diketahui bahwa objek tersebut merupakan gedung tinggi, tetapi daerah yang tertutup bayangan tampak hitam sehingga sulit dikenali.




6. Letak topografi
Pengenalan letak topografi sangat penting bagi kajian fisik lahan. Ketinggian tempat relatif, termasuk cir-ciri drainase ( penyaluran air) dapat menjadi petunjuk penting di dalam meramalkan keadaan tanah.





7. Tekstur
Merupakan frekuensi perubahan rona dalam citra. Sebagai conoth tekstur rumput dengan tekstur lahan yang ditanami jagung akan tampak jelas perbedaannya.





8. Situs
Suatu kenampakan yang dapat disimpulkan karena adanya indikatir yang menunjukkan letak. Misalnnya sebuah kenampakan yang terletak di tepi rel kereta api dan mempunyai hubungan dengan rel kereta api,maka dapat disimpulkan bahwa bangunan tersebut merupakan satsiun.






9. Asosiasi
Setiap jenis objek memiliki ciri-ciri tertentu. Hutan hujan tropis berasosiasii lebat, pemukiman kota berasosiasi padat, dan jalan raya beraosiasi banyak kendaraan.






10. Konvergensi bukti
Konvergensi bukti adalah penggunaan beberapa unsur intrepretasi citra shingga lingkupnya menjadi semakin menyempit ke arah satu kesimpulan. Contoh tumbuhan dengan tajuk berbentuk bintang, pohon tersebut jelas berupa pohon palma.







C. Manfaat Citra Penginderaan Jauh
1. Dibidang meteorologi, citra dapat dugunakan untuk membantu menganalisis cuaca dan peramalan /prediksi dengan menentukan daerah bertekanan tinggi , daerah bertekenan rendah, darah hujan, daerah badai siklon, dan lain-lain.
2. Dibidang hidrologi, citra dapat digunakan untuk membantu menganalisis perairan darat sehingga memudahkan perencanaan penggunaan daerah sehubungan dengan ketersediaan air.
3. Karena memberikan informasi tentang keadaan lahan, citra dapat digunakan untuk membantu perencanaan tata guna tanah, misalnya untuk pemukiman, perindustrian, areal pertanian, areal hutan.
4. Melalui jenis citra tertentu dan dengan menggunakan stereoskop, dari citra itu, dapat diperoleh gambaran 3 dimensi. Gambaran ini sangat menguntungkan dlam berbagai hal, antara lain :
 Menyajikan model medan secara jelas
 Keadaan relief lebih jelas
 Memungkinkan pengukuran perbedaan ketinggian tempat
 Memungkinkan volume benda yang ada, misalnya volume kayu
 Memungkinkan pengukuran lereng guna menentukan kelas lahan.
5. Karekteristik objek yang todak tampak dimungkinkan dapat dikenali berdasarkan perbedaan suhu, misalnya objek yang direkam dengan cara inframerah termal.
6. Citra dapat memberi petunjuk untuk pemetaan daerah bencana alam secara cepat pada saat terjadi bencana, misalnya pemetaan, daerah gempa bumi, daerah banjir, daerah yang terkena angin ribut /letusan gunung berapi.
7. Citra merupakan alat yang baik untuk memantau perubahan yang terjadi di suatu daerah , seperti pembukaan hutan, pemekaran kota, perubahan kualitas lingkungan.
8. Citra juga dapat digunakan utnu meramalkan keadaan dimasa yang akan datang dan sekaligus untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan kejadian dimasa-masa mendatang.
9. Bagi para peneliti, khususnya peneliti dibidang geografi sehingga memudahkan untuk embuat suatu hubungan antara fenomena yang satu dengan fenomena yang lain serta mengambil suatu keputusan. Selain itu, citra juga dapat digunakan untuk menjelaskan keruangan baik secara parsial maupun secara kompleks.

D. Keunggulan citra penginderaan jauh
1. Citra dapat dibuat secara cepat walaupun link daerah sulit dijelajahi. Hal ini sangat penting untuk pemetaan suatu daerah. Jika dilakukan secara manual, pemetaan itu memerlukan waktu + 50 tahun. Misalnya dengan citra sangat dimungkinkan selesai dalam waktu satu tahun.
2. Daerah jangkauan sangat luas.
3. Dengan demikian, citra dapat menghemat tenaga dan biaya
4. Ketelitian citra dapat dihandalkan, khususnya daerah terestrial/daratan.





















KESIMPULAN

A. Penginderaan jauh adalah ilmu untuk mendapatkan informasi/menganalisis suatu objek tanpa kontak langsung.
B. Komponen-komponen penginderaan jauh
1. Sumber tenaga
2. Atmosfer
3. Interaksi antara tenaga dan benda di muka bumi
4. Sensor
5. Citra foto
6. Citra non foto
7. Sistem pengolahan data
8. Berbagai pengguna data
C. Penginderaan jauh menghasilkan keluaran/citra
D. Perbedaan citra terletak pada pengertian, hasil, sensor, detektor, proses perekaman, mekenisme perekaman dan spektrum elektromagnetik.
E. Alat pengamat citra ada 2 yaitu :
1. Alat pengamat Nonstereoskop.
2. Alat pengamat Stereoskop.
F. Unsur Intepretasi Citra
1. Bentuk 6. Letak topografi
2. Ukuran 7. Tekstur
3. Rona 8. Situs
4. Pola 9. Asosiasi
5. Bayangan 10.Konvergensi bukti
G. Manfaat citra penginderaan jauh.
1. Di bidang Meteorologi.
2. Di bidang Hidrologi.
3. Memberikan informasi tentang keadaan lahan.
4. Melalui jenis citra tertentu dan dengan mengunakan stereoskop .
5. Karekteristik objek yang tidak tampak.
6. Citra dapat memberi petunjuk untuk pemetaan daerah bencana alam secara cepat pada saat terjadi bencana.
7. Dapat digunakan untuk memantau perubahan suatu daerah secara baik.
8. Dapat digunakan untuk meramalkan keadan di masa yang akan datang.
9. Mampu memberikan data geografi sehingga memudahkan membuat suatu hubungan antara fenomena yang satu dengan fenomena yang lain.
H. Keunggulan citra penginderaan jauh
1. Citra dapat dibuat secara cepat walaupun lingkungan daerah yang sulit dijelajahi.
2. Daerah jengkauan citra sangat luas.
3. Citra dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya.
4. Citra dapat dihandalkan, khususnya daerah terestrial/daratan















DAFTAR PUSTAKA

- Sutrijat, Sumadi.(1999).Geografi I. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Drs. Sarimo, Eko.(2006).Buku Ajar Geografi. Surakarta : CITRA PUSTAKA
- Endarto, Danang.(2009).Geografi 3. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional






















KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan karunia-Nya. Penyusunan makalah tugas makalah geografi dapat diselesaikan.
Adapun penyajian makalah ini bertujuan untuk memperoleh nilai. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada kata-kata yang kurang pas dalam penyusunan makalah ini kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya.
Dan kami menyampaikan banyak terima kasih kapada Bapak Drs. Evan Subianto dan semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini, sehingga makalah dapat diselesaikan.




Penulis














DAFTAR ISI

Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
Bab I Penginideraan Jauh 1
A. Pengertian Penginderaan Jauh 1
B. Gambar Penginderaan Jauh 1
C. Komponen-komponen Penginderaan jauh 2
D. Hasil Penginderaan Jauh 3
E. Perbedaan Citra Foto dan Citra Non Foto 4
BAB II Interpretasi Citra 5
A. Alat Pengamat Citra 5
B. Unsur Interpretasi Citra 5
C. Manfaat Citra Penginderaan Jauh 9
D. Keunggulan Citra Penginderaan Jauh 11
Kesimpulan 12
Daftar Pustaka

DAFTAT RIWAYAT HIDUP

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PERIBADI

Nama lengkap          : ERINA PUJI SETYOWATI, S.Pd
Tempat/tanggal lahir  : Blora, 11 Oktober 1984
Jenis kelamin            : Perempuan
Status                       : Single
Warga Negara          : Indonesia
Agama                      : Islam
Alamat                      : Desa Sarimulyo RT.04/01 Ngawen – Blora
                                   HP. 08522XXX3XX5
PENDIDIKAN FORMAL

Universitas Muhammadiyah Surakarta : Lulus 2008
SMU N 1 Tunjungan : Lulus 2003
SMP N Ngawen       : Lulus 2003
SD N Sarimulyo 1     : Lulus 1997

PENGALAMAN KERJA

GTT SMP 1 JAPAH KABUPATEN BLORA Tahun 2008 – 2010

Demikian Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sesungguhnya serta menurut keadaan yang sebenarnya.

                                                                                                                            Hormat saya


                                                                                                                 PUJI SETYOWATI, S.Pd

GUNUNG MANGGIR

Obyek Wisata Gunung Manggir

Obyek Wisata Gununng Manggir satunggaling obyek wisata alam arupi pegunungan lan wonten goa ingkang panggenipun wonten perbukitan Manggir, Dusun Ngumbul Kecamatan Todanan, + 38,5 Km tlatah kilen saking Kuto Blora utawi + 3.5 Km tumuju kilenipun obyek wisata Goa Terawang.
Obyek wisata Gunung Manggir manggen wonten perbukitan batuan kapur ingkang inggilipun + 250 m saking permukaan laut.

Wiyar area + 4 ha. Obyek wisata Gunung Manggir ugi wonten Goa ingkang penggenipun wonten caketipun puncak Gunung Manggir kanti wonten tigang trap utawi tinggkatan, inggih puniko : Trap inggil utawi trap sepindhah, Trap tengah kelebetan + 15 m, kaliyan Tran ngandhap ingkang nggadahi kelebetan + 7 m. Sak lebetipun Goa meniko wonten stalaktit kaliyan stalakmit ingkang unik lan menarik.


Wonten obyek wisata Gunung Manggir sanese wonten Goa Manggir ugi wonten Goa Mangklih ingkang manggen wonten lereng gunung kalawau ingkang lebetipun wonten sumber toya ( sendhang ). Kangge tumuju obyek wisata Gunung Manggirsaget lampahi ngangge kendaraan roda kaleh utawi sekawan. Saking radosan aspal tunuju Goa + 1 km nglangkungi radosan kampung lan radosan setapak.
Sak nginggilipun Gunung Manggir wonten siti roto + 5 m2 , menawi kito tingali saking mriki dhateng sedoyo arah saget ketingal pemandangan ingkang mengesankan, endah lan menawan.

“ Dongeng kasebat termasuk dongeng legenda
“ Panggenipun wonten Dusun Ngumbul Kecamatan Todanan Kabupaten Blora

Senin, 29 November 2010

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Nama                        :    Dwinta Widjaya
Tempat tanggal lahir   :    Jakarta, 8 Maret 1985
Alamat                      :    Jl. Sawahan No. 18 Rt 02 Rw 06
                                      Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora
No. Telepon              :    081 XXX 296 XXX
Agama                      :    Islam
Jenis Kelamin            :    Perempuan
Riwayat Pendidikan
  1. 1.      SDN Ngawen V lulus tahun 1997
  2. 2.      SMP Negeri I Blora lulus tahun 2000
  3. 3.      SMU Katolik “ Wijaya Kusuma “ Blora lulus tahun 2003
  4. 4.      LPK Saint Mary Jakarta Jurusan Sekretaris lulus tahun 2004

Pengalaman kerja
  1. 1.      ASIA CONSALTING di Jakarta sebagai Sekretaris Junior tahun 2004 -2005
  2. 2.      PT SANBE FARMA Cabang Pati sebagai Admin tahun 2006 – 2007
  3. 3.      PT HARPINDO JAYA ( YAMAHA ) di Blora sebagai Sales Counter Cabang tahun 2007 -2008
  4. 4.      QUANTUM Cabang Pati sebagai Admin tahun 2008 -2010
  5. 5.      PT WAYBE HOME APPLIANCE Cabang Blora sebagai Admin mulai dari bulan Mei 2010 sampai sekarang.


Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya




Hormat Saya


DWINTA WIDJAYA

Minggu, 28 November 2010

Jumat, 26 November 2010

GEGURITAN

Siswa Kang Becik


Ngerti marang tata krama

Ora seneng gawe gela,

marang guru lan wong tuwa

Marang kanca lan wong liya

Kudu weruh utawa isa,

mbedakake marang apik lan ala

Ora lali ndonga karo sing Kuasa

Yen wis ndonga kudu ana usaha

Tambah bekti, marang wong tuwa

SAPUJAGAD SEMANGAT

Kami Pramuka MA. Sultan Agung
Selalu riang dan tak pernah murung
Ambalan Sapujagad terus semangat
Pantang menyerah selalu siap
Berkorban demi masa depan
Tak  lelah hadapi rintangan
Terus maju tingkatkan prestasi
Setia mengabdi pada bumi pertiwi

Sapujagad semangat
Sapujagad semangat
Sapujagad dimana-dimana
Selalu semangat
Sapujagad semangat
Sapujagad semangat
Semoga selamat
Dunia dan akhirat

Senin, 22 November 2010

TANAMAN JABON

Deskripsi Tanaman Jabon
Saturday, July 24, 2010 Posted by BITAY

Jabon Merupakan satu diantara jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 0 – 1000 m dpl.
Saat ini Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albasia. Kemampuan tumbuhnya sepadan dengan sengon/albasia apabila mendapat perawatan yang optimal.

Tanaman Jabon(Anthocephalus cadamba Miq.)Prospek Budidaya Tanaman Kehutanan Yang Menguntungkan. Pemanfaatan Sumberdaya hutan melalui pengembangan hasil hutan tanaman rakyat dengan jenis prioritas dalam rangka revitalisasi kehutanan di indonesia.

Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Suku : Rubiaceae
Marga : Anthocepalus
Jenis : Anthocepalus cadamba
Nama Inggris : Kadam
Nama Indonesia : Jabon
Nama Lokal : Jabon, Jabun, hanja, kelampean (Jawa); Galupai,
harapean, johan, kiuna, serebunaik (Kalimantan); bance,
pute, loeraa, pontua, sugemania, pekaung, toa (Sulawesi);
Gumpayan, kelapan, mugawe, sencari (NTB); aparabire,
masarambi (Papua)

Deskripsi
Habitus
Tinggi pohon dapat mencapai 45 m dengan panjang batang bebas
cabang 30 m, diameter sampai 160 cm. batang lurus dan silindris,
bertajuk tinggi dengan cabang mendatar, berbanir sampai
ketinggian 1,50 m. kulit luar berwarna kelabu coklat sampai
coklat, sedikit beralur dangkal.

Buah
Pohon jabon berbuah setiap tahun pada bulan Juni-Agustus.
Buahnya merupakan buah majemuk berbentuk bulat dan lunak,
mengandung biji yang sangat kecil. Jumlah biji kering udara 18-
26 juta butir/Kg. Jumlah buah 33 butir per kg atau 320 butir/
kaleng minyak tanah. Buah yang berukuran sedang dapat
menghasilkan sekitar 8.300 pohon. Biji yang telah dikeringkan
dan disimpan pada tempat yang tertutup rapat dalam ruang yang
sejuk dapat tahan selama 1 tahun.

Tempat Tumbuh
Tumbuh pada tanah alluvial lembab di pinggir sungai dan di
daerah peralihan antara tanah rawa dan tanah kering yang kadang-
kadang digenangi air. Selain itu dapat juga tumbuh dengan baik
pada tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, tanah tuf halus
atau tanah lempung berbatu yang tidak sarang. Jenis ini
memerlukan iklim basah hingga kemarau kering di dalam hutan
gugur daun dengan tipe curah hujan AD, mulai dari dataran
rendah sampai ketinggian 1000 m dpl.

Ciri Umum
Warna
Kayu teras berwarna putih semu-semu kuning muda, lambat laun
menjadi kuning semu-semu gading, kayu gubal tidak dapat
dibedakan dari kayu teras

Tekstur
Tekstur kayu agak halus sampai agak kasar

Arah serat
Arah serat lurus, kadang-kadang agak berpadu
Kesan Raba
Permukaan kayu licin atau agak licin

Kilap
Permukaan kayu jelas mengkilap atau agak mengkilap.

Kualitas Kayu Jabon
Jabon merupakan tanaman kayu keras yang dapat tumbuh sangat cepat. Lingkar batangnya pada usia 6 (enam) tahun bisa mencapai di atas 40-50 cm, batangnya bebas cabang sampai 60%,warna kayunya kuning terang sampai putih, dan kayunya tidak bobok oleh serangga, karena itulah kayu jabon sangat mungkin dimanfaatkan oleh Industri kayu.

Kelas keras dan Awet
Kelas keras III dan kelas awet V

Kegunaan Hasil kayu
Dapat dibuat sebagai bahan bangunan non-konstruksi (tidak cocok untuk bahan bangunan kontruksi), mebeler/furniture, bahan plywood (kayu lapis), batang korek api, potlot, finir, alas sepatu, papan, peti, tripleks, bisa juga buat bahan kertas kelas sedang, dan lainnya. Kayunya juga gampang dikeringkan, Permukaannya halus, kayunya gampang dipaku,di bor dan di lem, susutnya juga rendah.

Pertumbuhan
Pertumbuhan sangat cepat dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan sengon (albasia), Jabon tergolong tumbuhan pionir sebagaimana sengon. Ia dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu. Sejauh ini jabon bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang sengon.

Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, KEUNGGULAN tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa sisi, diantaranya adalah:
* Pertumbuhan pohon jabon sangat cepat bila dibandingkan dengan jenis kayu keras lainnya
* Diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/tahun
* Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
* Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri (self pruning)
* Masa produksi jabon yang singkat, (Tinggi batang pada usia 12 tahun dapat mencapai 20 meter) sehingga pada usia 4-6 tahun sudah dapat dipanen.

Jabon dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada :
Ketinggian : 10-2000m dpl
Curah hujan : 1250-3000m/th
Perkiraan suhu :100 C – 400 C
Kondisi tanah (PH) :4,5 – 7,5.

Batang
Ciri dan karakteristik batang jabon adalah : Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus, berwarna putih kekuningan mirip meranti kuning, batang mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, bebas dari cacat mata kayu dan susutnya rendah serta tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri.

Penanaman Dan Perawatan
Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang tidak memerlukan banyak perlakuan khusus dalam budidayanya. Dapat pula dilakukan tumpang sari dengan beberapa tanaman, terutama tanaman yang menunjang kesuburan pohon jabon itu sendiri. Jabon tidak menuntut persyaratan tumbuh yang tinggi, namun untuk investasi sebaiknya dilakukan pada tanah yang subur dan drainase baik. Jarak tanam 3 x 2 m atau 5 x 5 m tergantung tujuan penanaman, murni atau tumpangsari. Lubang tanam 30 x 30 x 30 cm atau 40 x 40 x 40 cm tergantung kondisi tanah. Kompos 0 – 5 kg dicampurkan dengan tanah galian lubang tanam kemudian digunakan untuk menimbun lubang setelah penanaman. Pupuk dasar NPK 0 – 100 g per lubang tanam dilakukan pada musim hujan (Desember – Januari)

Pemasaran
Karena jenis kayunya yang berwarna putih agak kekuningan dan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan oleh industri kayu lapis (plywood), industri meubel, pulp, produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, Alas sepatu, Papan, Tripleks. Hal inilah yang menyebabkan pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan.

Sabtu, 20 November 2010

POLA KERUANGAN DESA

KATA PENGANTAR

Puji syukur sebesar-besarnya kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan karunia-Nya, penyusunan makalah Geografi dapat terselesaikan.
Adapun penyajian makalah ini bertujuan untuk memperoleh nilai. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Apabil ada kata-kata yang kurang pas dalam penyusunan makalah ini kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya.
Dan kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak. Drs. Evan Subianto dan semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini, sehingga makalah ini dapat diselesaikan.


Penulis
















DAFTAR ISI

Halaman Depan i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
1. Pengertian Desa 1
2. Ciri-Ciri Kehidupan Masyarakat Desa 2
3. Pola Pemukiman Desa 3
4. Unsur-Unsur Desa 3
5. Potensi Desa 4
6. Tipe-Tipe Desa Berdasarkan Perkembangan Masyarakatnya 5
7. Tipe-Tipe Desa Berdasarkan Kegiatan Masyarakatnya 5
8. Gambar Dan Keterangan Pola Persebaran Desa Menurut. R. Bintarto 6
9. Kendala-Kendala Yang Dihadapi Dalam Pembangunan Masyarakat Desa 8
10.Upaya Agar Tenaga Kerja Potensial/Pemuda Desa Tetap Tinggal Di Desa 8
Kesimpulan 9
Daftar Pustaka











DESA
1. Pengertian Desa
a. R. Bintarto
Menurut R. Bintarto pengertian desa adalah suatu perwujudan/kesatuan geografi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomi, politik, dan kultural dalam hubungannya dan adanya pengaruh timbal balik dengan daerah-daerah lain.
b. UU No. 5 tahun 1979
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangga sendiri dalam ikatan NKRI
c. UU No. 22 Tahun 1999 ( pasal 1 )
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di Kabupaten.
d. Paul H. Landis
Desa adalah suatu wilayah yang penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.
e. S.D. Misra
Desa adalah kumpulan tempat tinggal tetapi juga kumpulan daerah pertanian dengan batas-batas tertentu yang luasnya 50 – 1000 are.
f. William Ogburn & Nimkoff
Desa adalah keseluruhan organisasi kehidupan sosial di dalam daerah yang terbatas.
g. Sutarjo Kartohadikusumo
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal, suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.

h. C.S. Kansil
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan NKRI
2. Ciri-Ciri Kehidupan Masyarakat Desa
Beberapa ciri kehidupan di desa antara lain :
a. Mempunyai wilayah sendiri
b. Mempunyai sistem masyarakat sendiri
c. Kehidupannya sangat erat dan lingkungan alam
d. Sifat gotong royong masih tertanam kuat pada warga masyarakat desa
e. Masyarakat desa merupakan suatu paguyupan (gemeinschaft) yaitu gaya hidup berdasarkan ikatan kekeluargaan yang kuat
f. Stuktur ekonominya bersifat agraris
g. Jumlah penduduk tidak terlalu banyak dan luas daerah tidak terlalu besar
h. Proses sosial berjalan lambat
i. Kehidupan bersifat tradisional
j. Tata pemerintahannya dipimpin oleh kepala desa yang dipilih oleh rakyatnya
k. Masyarakat desa pada umumnya masih memegang norma-norma agama secara kuat.
l. Masayarakat yang sangat erat dengan alam
m. Kehidupan petani bergantung pada musim
n. Daerah tersebut merupakan suatu kesatuan sosial dan kesatuan kerja
o. Jumlah penduduk relatif kecil dan wilayah relatif luas
p. Ikatan kekeluargaan masih erat dalam hidup masyarakatnya
q. Sosial kontrol ditentukan oleh nilai moral dan hukum internal ( hukum adat )
r. Penduduknya kebanyakan berpendidikan rendah.

3. Pola Pemukiman Desa
1. Pola mengelompok (Nucleated Agricultural Villige Community)
Pola pengelompokan dapat terlihat dari rumah-rumah penduduk yang terletak menggerombol berdekatan dengan tanah pertanian yang jauh dari perumahannya. Pola-pola ini biasanya terdapat di dataran rendah. Pembangunan pusat kegiatan dan fasilitas dibangun secara tersebar menurut kebutuhan.
2. Pola memanjang/linier ( Line Village Community )
Pola memanjang dapat terlihat dari rumah-rumah penduduk membentuk suatu deretan memanjang yang terletak di kanan dan di kiri sungai atau jalan raya. Tanah pertanian biasanya terletak di belakang rumahnya.

3. Pola menyebar ( Open Country Or Tride Center Community)
Pola menyebar dapat terlihat dari rumah-rumah penduduk yang tersebar di daerah pertaniannya. Antara perumahan yang satu dengan yang lainya terdapat jalur lalu lintas untuk keperluan bidang perdagangan.

4. Unsur desa
1. Penduduk
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memahami suatu desa kaitannya dengan penduduk antara lain jumlah penduduk, kelahiran, tingkat kematian, persebaran penduduk, kepadatan, pertumbuhan, perbandingan jenis kelamin, mata pencaharian dan struktur penduduk.
2. Wilayah
Suatu wilayah pedesaan memiliki daerah tersendiri dengan berbagai aspeknya seperti lokasi, luasan, bentuk lahan, keadaan tanah, keadan tata air dan sebagainya.
3. Tata kehidupan
Tata kehidupan berkaitan erat dengan adat istiadat, norma-norma yang berlaku didesa tersebut. Pengaturan sistem pergaulan sisem pergaulan warga masyarakat dan pola-pola budaya yang ada desa tersebut.
5. Potensi desa
a. Potensi Fisik
1) Manusia
Manusia sebagai potensi sumber tenaga kerja di desa. Manusia memiliki kemampuan untuk mengolah apa yang tersedia di alam untuk memenuhi kebutuhan hidup.

2) Air
Di pedesaan, air yang tersedia di alam digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan dimanfaatkan untik irigasi lahan pertanian dan perikanan.
3) Iklim dan Angin
Iklim dan angin mempunyai peranan penting bagi desa agraris, karena dapat dimanfaatkan sebagai penggerak kincir angin untuk pengairan. Iklim berpengaruh terhadap pola bercocok tanam untuk penyediaan bahan pangan.
4) Tanah
Tanah berfungsi sebagai sumber potensi yang sangat penting di pedesaan karena digunakan sebagai media tumbuhnya tanaman pertanian. Selain itu di dalam tanah juga tersimpan sumber mineral dan bahan tambang.
b. Potensi Non fisik
1) Aparatur Desa, sebagai sumber kelancaran jalannya pemerintahan
2) Lembaga sosial serta lembaga pendidikan sebagai potensi positif bagi pembangunan desa.
3) Masyarakat desa yang hidup berdasarkan gotong royong sebagai kekuatan untuk berproduksi dan pelaksanaan pembangunan.
6. Tipe-tipe desa berdasarkan perkembangan masyarakatnya
a. Desa Tradisioanal
Desa tradisional adalah desa yang kehidupan masyarakatnya masih sangat tergantung pada alam sekitarnya.
b. Desa Swadaya
Desa swadaya adalah desa yang masyaraktnya telah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
c. Desa Swakarya
Desa swakarya adalah desa yang masyarakatnya sudah lebih maju dibandingkan dengan desa swadaya.
d. Desa Swasembada
Desa swasembada adalah desa yang sudah mampu mengembangkan semua potensi yang ada secara optimal.
7. Tipe-tipe desa menurut kegiatan masyarakat
a. Desa Agraris.
Desa agraris adalah desa yang mayoritas penduduknya hidup dari sektor agraris atau pertanian.
b. Desa Industri
Desa industri terbentuk karena penduduknya sebagian besar melakukan kegiatan industri kecil, terutama yang berhubungan dengan kegiatan pertanian.
c. Desa Nelayan
Desa yang terbentuk di sepanjang pantai, penduduknya hidup dari hasil melaut serta hasil pertanian budi daya rumput laut.
8. Gambar dan keterangan pola persebaran desa menurut R. Bintarto
a. Pola memanjang jalan
Pola persebaran desa memanjang jalan terdapat di daerah yang arealnya datar dan menghubungkan dua kota. Pola desa yang memanjang bertujuan untuk mendekati prasarana transportasi sehingga memudahkan untuk berpergian ke tempat lain apabila ada keperluan. Selain itu juga memudahkan pergerakan barang dan jasa.








b. Pola memanjang sungai
Pola persebaran desa terletak di kanan kiri sungai pola desa ini memanfaatkan air sungai untuk berbagai keperluan, dan umumnya terdapat pada daerah dataran.







c. Pola memanjang pantai
Di daerah-daerah pantai yanga landai, pola persebaran desa biasanya memanjang mengikuti arah garis pantai. Desa memanjang pantai merupakan desa nelayan yang mata pencaharian penduduknya menagkap ikan di laut.







Keterangan :
: laut
: daerah pemukiman
d. Pola memanjang pantai dan sejajar jalan kereta api
Pola semacam ini terdapat di daerah pantai yang landai. Pada umumnya penduduknya bekerja sebagai nelayan dan pedagang.








Keterangan :
: laut : rel kereta api
: daerah pemukiman

e. Pola radial
Pola persebaran radial atau melingkar terdapat di daerah gunung berapi, biasanya terletak dikanan kiri sungai lereng gunung tersebut.







f. Pola tersebar
Pola tersebar umunya terdapat di daerah yang homogen dengan kesuburan yang tidak merata, seperti di pegunungan kapur (karst). Desa satu dengan yang lain dihubungkan oleh jalan setapak.







9. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pembangunan masyarakat desa
a. Keadaan masyarakat
b. Keadaan pemerintah
c. Kondisi geografi
d. Lembaga-lembaga dasar
10. Upaya agar tenaga kerja potensial ( pemuda desa ) tetap di desa
Upaya yang dilakukan yaitu dengan cara menciptakan industri kecil-kecilan di desa
Kesimpulan

1. Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah panduduk dimana kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam dan paguyuban ( gemeinschaft )
2. Ciri-ciri kehidupan masyarakat desa
a. Mempunyai wilayah sendiri
b. Kehidupannya sangat erat dan lingkungan alam
c. Masyarakat desa merupakan suatu paguyupan (gemeinschaft)
3. Pola pemukiman masyarakat desa
a. Pola mengelompok
b. Pola memanjang / linear
c. Pola menyebar
4. Unsur-unsur desa
a. Penduduk
b. Wilayah
c. Tata kehidupan
5. Potensi desa
1. Potensi fisik
a. Manusia
b. Air
c. Iklim dan Angin
d. Tanah
e. Ternak
2. Potensi non fisik
a. Aparatur desa
b. Lembaga sosial
c. Masyarakat desa

6. Tipe-tipe desa berdasarkan perkembangan masyarakatnya
a. Desa Tradisional
b. Desa Swadaya
c. Desa Swakarya
d. Desa Swasembada
7. Tipe-tipe desa berdasarkan kegiatan masyarakatnya
a. Desa Agraris
b. Desa Industri
c. Desa Nelayan
8. Persebaran desa menurut R. Bintarto
a. Pola memanjang jalan
b. Pola memanjang sungai
c. Pola memanjang pantai
d. Pola memanjang pantai dan sejajar jalan kereta api
e. Pola radial
f. Pola tersebar
9. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pembangunan masyarakat desa
a. Keadaan masyarakat
b. Keadaan pemerintah
c. Kondisi geografi
d. Lembaga-lembaga dasar
10. Upaya agar tenaga kerja potensial ( pemuda desa ) tetap di desa yaitu dengan cara meningkatkan lapangan pekerjaan di desa






Daftar Pustaka

- Sutrijat, Sumadi (1999). Geografi 1 Jakarta : Pepartemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Endarto. Danang ( 2009 ). Geografi 3 Jakarta : Departeman Pendidikan Nasional
-

Selasa, 16 November 2010

motto

Jangan sesali apa yang sudah pergi
Jangan tangisi yang sudah tiada
Tetapi bangkitlah dan bina kembali apa yang telah hilang dan pergi
Jika kita bekerja semata-mata untuk uang, kita tidak akan menjadi kaya karenanya
Tetapi kita mencintai pekerjaan yang kita lakukan itu, niscaya kejayaan akan menjadi milik kita

memang susah jadi orang susah
susah tak berarti mengeluh kesah
susah akan berubah menjadi indah
jikalau kita tak merasa susah

Rabu, 10 November 2010

tergesa-tergesa

keadaan memang tak dapat dihindari, karena pengaruh situasi dan kondisi manusia sering membuat keputusan yang tergesa-gesa. ya itulah manusia. bagaimanakah kita agar tidak dirugikan karena salah ambil keputusan disaat waktu yang tak menentu.
memang tak mudah untuk menghadapi hal tersebut, karena hal tersebut terdorong oleh nafsu. nah yang paling penting adalah bagaimana kita agar tidak termakan oleh nafsu karena situsi tersebut. marilah kita berdo'a semoga kita terheindar dari hal tersebut.

Senin, 08 November 2010

Pahlawan

pahlawan engkau berjuang
pahlawan engkau berkorban

pahlawan tak kenal kawan
pahlawan tak kenal suapan

pahlawan selalu siap
pahlawan selalu semangat

sekarang ..
kemanakah engkau pahlawan

mendung

langit mendung
petir bergemuruh
hatiku bingung
tak tahu ..

hati sendiri hampa menyelimuti
tak kunjung pergi hingga sunyi

keindahan

dulu terlihat indah
namun ini mungkin terasa gundah
dulu terasa nyaman
namun serasa mengancam

alam memang sudah berubah
namun kenapa hati belum tergugah
atau memang tak ingat sudah
semakin lama semakin payah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More